dampakpertambangan besi di lingkungan. A Pengertian Pertambangan,Pasir Besi dan Dampak Lingkungan Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan penggalian , Salah satu perusahaan tambang pasir besi di Cipatujah yaitu PT Multi Makmur Margos, yang mulai beroperasi tahun 2009 Dari hasil produksinya, PT Check Penggalianpasir besi di daerah Cipatujah beberapa tahun kemarin mengakibatkan kerusakan lingkungan. Cara untuk mengembalikan yang telah terjadi adalah? menggali di lokasi lain yang belum eksplor dengan cara menebang hutan mangrove mengalirkan air limbah asam yang dihasilkan dari kegiatan penambangan ke sungai KomisiIV DPRD Kabupaten Tasikmalaya menemukan dua lokasi baru yang diduga akan dijadikan lokasi penambangan Fast Money. penggalian pasir besi di daerah cipatujah beberapa tahun kemaren mengakibatkan kerusakan lingkungan. cara untuk mengembalikan kerusakan yang telah terjadi adalah A. menggali di lokasi lain yang belum eksplor dengan cara membabat hutan mangrove air limbah asam yang dihasilkan dari kegiatan penambahan ke sungai edukatif kepada masyarakat untuk motivasi memelihara kelestrarian lingkungan danau dari lubang yang dihasilkan dari galian sehingga dapat digunakan untuk menampung air edukatif kepada masyarakat untuk motivasi memelihara kelestarian lingkungan CIPATUJAH, KP.- Masyarakat Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, gerah dengan adanya aktifitas penggalian limbah pasir besi yang ada di Pantai Cipatujah tepatnya di Desa Ciandum. Saat ini limbah bekas tambang pasir besi yang menggunung di pinggir pantai Cipatujah diangkut ke luar daerah yakni ke bandung. Proses pengangkutan dilakukan pada malam hari hingga dinihari. Pada Rabu 18/1/2016 dini hari terlihat ada 8 truk yang mengangkut limbah pasir besi tersebut menggunakan jalur Cipatujah Karangnunggal tersebut. Keinginan masyarakat terutama masyarakat peduli lingkungan, pasir tersebut harusnya dimanfaatkan untuk menutupi lubang-lubang bekas penggalian pasir besi. Namun kini limbah tersebut malah diangkut ke luar daerah. Tokoh masayarakat Cipatujah, Endang Kuspendi atau Endang Negro mengatakan, masyarakat di Cipatujah merasa gerah dengan adanya aktivitas tersebut. Karena dengan adanya kegiatan tersebut kondisi lingkungan di Cipatujah akan semakin rusak setelah sebelumnya dirusak dengan aktivitas penggalian pasir besi beberapa tahun lalu. “Kami warga sudah membuat surat pernyataan penolakan terhadap adanya kegiatan tersebut, namun pernyataan ini tidak diperhatikan oleh pihak terkait,” kata Kang Endang kemarin. Masyarakat kata dia berharap aktivitas penambangan tersebut bisa dihentikan demi kelestarian lingkungan di wilayah Tasik Selatan. Mestinya kawasan pantai dijadikan kawasan yang hijau untuk menahan abrasi dan juga caah laut. Di samping itu juga bisa nyaman bagi yang berkunjung ke kawasan pantai. Abdul Latif*** Bandung - PT Nusambada berencana melakukan uji coba penyedotan konsentrat pasir besi dengan kapal besar di Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pihak perusahaan pun melakukan sosialisasi uji coba penyedotan tersebut kepada nelayan di Wisma Mutiara Sari, Cipatujah, Rabu, 8 April 2015. "Saya meminta izin kepada bapak-bapak dan ibu-ibu untuk melakukan uji coba," kata Direktur Utama PT Nusambada Johan Suhendra saat memulai sosialisasi. Uji coba akan dilakukan selama 30 hari. Lokasi uji coba berada 2 mil dari bibir pantai. "Hanya uji coba, tidak menambang pasir besi," ujarnya. Namun uji coba penyedotan pasir besi ini diprotes nelayan. Nelayan khawatir, penyedotan pasir besi akan berdampak pada rusaknya habitat ikan. "Intinya menolak," kata Ketua Rukun Nelayan Pamayangsari, Sana Supiana, saat sosialisasi. Penolakan itu karena penyedotan hanya berjarak dua mil atau 25-50 meter dari bibir pantai. Lokasi 2 mil merupakan tempat nelayan mencari ikan. "Saya minta dipending dulu, walaupun hanya uji coba," ujar Sana. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi, menambahkan, area uji coba penyedotan pada 25-50 meter merupakan tempat nelayan menangkap Seandainya uji coba dilakukan, dia meminta uji coba penyedotan digeser pada jarak lima mil ke tengah laut. "Kalau di pinggir, betapa terganggunya habitat laut. Kompensasi hanya sementara, tapi kalau kerusakan habitat kita minta tanggung jawab siapa?" katanya. Menurut Dedi, HNSI menolak uji coba penyedotan. Dia meminta pengusaha mengkaji ulang atau menangguhkan uji coba. "Kalau bisa digeser ke lokasi yang tidak mengganggu tempat menangkap ikan," ujarnya. Ikhwal protes dari para nelayan, Legal Officer PT Nusambada Dendi mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkannya. "Permintaan ditolak, insya Allah akan kami tangguhkan. Kami atas nama perusahaan meminta maaf apabila sebelumnya telah menyinggung bapak-bapak," ucapnya. Dia mengatakan, pihaknya akan menangguhkan uji coba. "Terima kasih atas kedatangan bapak-bapak," katanya. CANDRA NUGRAHA

penggalian pasir besi di daerah cipatujah